Hiburan lah gaess boleh di coba🤭

❤️Download VidNow untuk mendapatkan uang.❤️ 👍 Saya baru saja menemukan aplikasi yang hebat untuk download musik dan video YouTube. 💰Tukar Rp2.400-Rp150.000 ke DANA setiap hari. 🔥Ayo ikut!🔥 👇👇👇 http://dhem3mc4pnw4r.cloudfront.net/sh4m/hsi/lbwb/?ik=rriipZ&tp=1&l=id&c=ID&r=ID&pf=6

Benarkah nama negara kita
“I N D O N E S I A”
diberi nama sesuai dgn.Akronim Para
“WALI SONGO “?

  1. I Ibrahim Malik
    (Sunan Gresik)
  2. N Nawai Macdhum
    (Sunan Bonang)
  3. D Dorojatun R Khosim
    (Sunan Drajat)
  4. O Oesman R Djafar Sodiq
    (Sunan Kudus)
  5. N Ngampel R Rahmat
    (Sunan Ampel)
  6. E Eka Syarif Hidayatullah
    (Sunan Gunung Jati)
  7. S Syaid Umar
    (Sunan Muria)
  8. I Isyhaq Ainul Yaqin
    (Sunan Giri)
  9. A Aburahman R Syahid
    (Sunan Kalijaga)

Pernahkah Kita Menghitung Angka dari Kata
“INDONESIA”?

Jumlah huruf INDONESIA = 9
sesuai dgn. jumlah Wali/Alim Ulama dikala itu =
WaliSongo= 9 Wali
laluuuuuu…

,
Akan di dapat Keajaiban yg.
“LUAR BIASA”,

Mari, Kita coba Hitung :
Abjad = Urutan Angka

I : 9
N: 14
D : 4
O : 15
N : 14
E : 5
S : 19
I : 9
A : 1

Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya
Angka “1-9-4-5”

Tdk ada angka 2,3,6,7,8

Tentu ini Bukan Kebetulan…
Ini adalah Kehendak & Karunia dari
“TUHAN YME”

Mari Coba Kita Jumlahkan semua Angka dari
Kata
“INDONESIA”
Jumlahnya “90”,
Dalam AL QURÀN,
Surat ke-90
adalah
“Surat Al-Balad,”
yang Artinya
“NEGERI”

Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yang
Luar Biasa
dari
TUHAN YME

Mungkin ini Juga Jawaban pada
HADITS ROSULLULAH
yang Mengatakan Bahwa akan ada Negeri di atas Awan Bernama
Samudra.
yang di-Kelilingi Air & menghasilkan Banyak Ulama…
Ternyata Negeri itu adalah…
INDONESIA– Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur

Mari kita jadikan
INDONESIA
menjadi Negara yang bermartabat, berdaulat & kita wujudkan Rohmatan lil ‘alaamiin…

Agar menambah pengetahuan kita ….
☝🏻🇲🇨🇲🇨🤝🏻

Apakah ini hanya kebetulan ?
Share agar banyak Orang INDONESIA tau.

“BUKAN KAMI TAK PERCAYA CORONA”

Baca baik2 …

Kami yang awam ini bukan tak percaya adanya virus corona, jangankan virus yang masih se-alam, sama-sama alam fisika, malaikat dengan jin yang beda alam pun kami percaya, padahal alam mereka metafisika.

Sehalus-halusnya virus masih ada mikroskop untuk meneliti, tapi jin dan malaikat belum ada alat untuk deteksi selain kemenyan dengan jampi-jampi.

Bukan pula kami curiga kepada paramedis yang mati-matian sampai dengan mati benaran berjibaku menyelamatkan pasien corona, karena kami sangat yakin tak ada KONTRAKTOR yang sukarela terima proyek membersihkan gigi buaya, kecuali buaya darat.

Kami hanya tak percaya dengan kebijakan pemimpin negeri ini dalam menghadapi pandemi.

Bayangkan…
Saat virus ini dimulai dari Cina, sampai hari ini “bangsatwan” dari negeri tersebut bebas keluar masuk, bahkan diberi fasilitas istimewa.

Ketika semua negara menutup pelabuhan dan bandara, pemimpin negeri ini malah sibuk promosi pariwisata.

Saat negara lain fokus menyelamatkan nyawa, pemerintah republik ini sibuk menyelamatkan devisa.

WHO telah umumkan antivirusnya belum ada, seharusnya antibodi menjadi tumpuan. Tapi pemerintah secara sistematis menggerus imunitas tubuh dengan pemberitaan korban corona terus menerus.

Seharusnya ruang ibadah, ruang belajar, ruang kerja, dan ruang sosial menjadi tempat mengecas imun, tapi semua ditutup agar kita fokus menahan serangan virus tanpa tameng tanpa senjata.

Refocusing anggaran di mana-mana, pegawai yang seharusnya kerja, sekarang hanya melamun saja. Proyek yang menyerap tenaga kerja terhenti dan ekonomi pun merana.
Mana lagi ,Refocusing anggaran begitu rentan dikorupsi dan bgtu sulit di akses jumlahnya.
Rakyat disubsidi dengan dana desa, warga menumpuk menanti jatahnya.

Kenapa tidak dibuka lahan tani, kebun dan ternak seluas-luasnya, agar masyarakat bisa beraktivitas dan melupakan corona.

Pastikan hasil usaha mereka diserap pasar, atau dibeli oleh pemerintah dengan anggaran corona walaupun untuk “dibuang” semua.

Sekurang-kurangnya, badan mereka sehat karena keringat mengucur, jiwa mereka kuat karena ada harapan yang menggiur.

Biarkan mereka tetap belajar agar masa depan mereka makmur, aktifkan ruang-ruang sosial agar mereka terhibur, dorong mereka beribadat, Kalaupun mati karena corona minimal selamat di dalam kubur.

Kawan-kawan paramedis, kuatlah… kami tidak melawan Anda, kami hanya melawan kebijakan yang salah kaprah, yang setiap hari terus berubah, bukan hanya kebijakan, bahkan termasuk istilah.

Kami pun bingung dengan peraturan-peraturan yang cenderung menyingkirkan akal sehat.
Dimana disatu sisi, diwajibkan pemakaiannya dari jenis apapun tidak dipermasalahkan, yang penting pakai, disangsi jika tidak digunakan, tapi disisi lain, ada klasifikasikasi yang boleh dan jangan dipakai.

Mana lagi penutupan pasar yang tidak menyediakan solusi untuk para pedagang yang notabe kehidupannya bergantung pada kegiatan jual beli.
Serta biaya rapid test ,SWAB yang juga memberatkan masyarakat kita. Aturan prosedural dirumah sakit yang mewajibkan tes sana sini sebelum dilayani ,bahkan kepada pasien yang gawat darurat.

Belum lagi peraturan dimana sedang sendiri pun, diwajibkan tetap dipakai. Sementara dari teori yang ada, dia menyebar lewat droplet. Tidak terbang di udara sepertinya halnya virus penyakit lain.

Rakyat yang menghadiri upacara pemakaman dibubarkan dengan alasan berkerumun, padahal sudah memakai protokol, sementara disidang razia masker mereka berkerumun kok tidak dibubarkan juga?
Dan tempo hari, ketika ada elemen rakyat yang berdemo dan dangdutan di pilkada pun tidak dibubarkan.
Jadi mau dibawa kemana arahnya peraturan ini ???
Peraturan suka-suka kah?

Dan..
Mohon dijelaskan, pasien positif corona yang sudah sembuh, sembuh karena obat ataukah sembuh dengan sendirinya…?

Kalau sembuh dengan obat, apa nama obatnya…?

Kalau sembuh dengan sendirinya, untuk apa buang-buang waktu, tenaga, biaya bahkan nyawa…?

Kalau yang meninggal disebabkan karena penyakit penyerta, kenapa sibuk mengurus orang yang tanpa gejala…?

Kalau yang meninggal karena salah diagnosa, bagaimana merevisi datanya…?
Kenapa tidak disampaikan juga…?

Wahai akal sehat pulanglah kembali ke Indonesia, bila tidak pergilah selamanya…Karena saudara kami yang mengalami gangguan jiwa, sampai hari ini baik-baik saja.

Copas.
Sumber

petualangan anak desa.

Ustad H Masrul Aidi Lc

Cabai rawit adalah buah dan tumbuhan Genus Capsicum. Tidak hanya di Indonesia saja cabai ini tumbuh, akan tetapi di beberapa negara di Asia Tenggara cabai ini dapat tumbuh bahkan populer sebagai bumbu masakan. Contohnya saya negara yang menjadikan cabai ini bumbu populer adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, kerala dan India.

Spesifikasi

Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada variates cabai lainnya. Ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000-100.000 pada skala Scoville.

Cara Menanam

1. Menyiapkan bibit cabai rawit yang berkualitas tinggi

2. Melakukan penyamaian bibit cabai. Boleh memakai polybag yang telah diisi tanah humus dan pupuk kandang.

3. Penanaman cabai. Setelah bibit cabai telah berumur 4 minggu, bibit boleh dipindahkan kelahan yang telah disiapkan. Tanah pada lahan terlebih dahulu digemburkan, pada saat pemindahan bibi harus hati hati agar akar tidak rusak.

4. Proses pemupukan. Pada saat tanaman cabai pada tahap perkembangan jangan lupa untuk menyiram jika hujan tidak turun, dan pupuk dengan pupuk kandang supaya cabai lebih organik.

5. Proses perawatan. Seringlah untuk memperhatikan apakah ada tumbuhan liar yang tumbuh disekitar tanaman cabai yang merusak perkembangan cabai, jika ada segera cabut.

6. Proses panen. Sampai lah ketahap terakhir yaitu proses pemanenan, pada proses ini sebaiknya harus hati-hati supaya tidak merusak pucuk cabai dan asal asalan dalam mengambil buah. Buah yang baik diambil sebaiknya buah yang telah berubah warna dati hijau menjadi merah.

Hama yang menyerang cabai:

Hama karena jamur:

1. Cabai terserang bercak daun

2. Busuk Buah atau Antranoksa

3. Layu Fusarium

Hama karena serangga:

1. Hama Thrips

2. Tungau kuning

3. Lalat kuning

4. Lalat Buah

5. Kutu Daun Persik

6. Ulat Grayak

7. Kutu kabul

Demikian yang bisa saya tampilkan, jika ada yang kurang tolong komentar nya supaya saya dapat memperbaiki nya. Saya ucapkan TERIMAKASIH

Alhamdulillah, Ratusan Santri Ponpes Nurul Hidayah Sembuh dari Covid-19

KEBUMEN, Kebumen24.com – Setelah menjalani karantina mandiri dua periode atau 14 hari kali dua, ratusan santri Ponpes Nurul Hidayah Desa Bandung Kebumen akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid 19.  Sebelumnya mereka dinyatakan positif covid-19 dari hasil swab.

Alhamdulillah, Ratusan Santri Ponpes Nurul Hidayah Sembuh dari Covid-19

SECARIK PESAN

Selalu saja heran, bagaimana masalah ketenagakerjaan hanya dipandang satu arah saja. Pangkas semua hambatan, “bim salabim” investor akan datang. Walaupun rakyat dikorbankan.

Padahal bukan itu saja masalahnya, bisa jadi produktivitas kerja kita yang rendah. Dan itu semua bermula dari lingkungan kerjanya. Seharusnya, beri upah yang layak, jaminan hidup yang baik dan kesempatan untuk terus bertumbuh. Cukup itu saja.

Dengan begitu, pekerja akan bahagia. Lalu dengan sendirinya, pekerja mau terus belajar untuk kesempatan-kesempatan yang lebih baik lagi. Inilah awal mula dari menciptakan tenaga kerja yang unggul.

Jika pekerja kita unggul, tidak akan mungkin investasi tidak datang. Hanya investor aneh saja yang tidak berminat investasi di negeri yang punya segala sumber daya alam, tenaga kerja terampil dan rakyat yang super konsumtif.

Ah, apalah daya. Suara dari rakyat biasa mana mungkin didengarkan. Tapi jika kemudian “Yang Mulia” berkenan, bacalah secarik pesan ini. Sesekali cobalah gelar rapat dibawah kolong jembatan, di perumahan-perumahan kumuh, atau di bawah sengat panas atap pabrik. Rasakan hidup sebagaimana rakyat hidup.

Jadilah tangan lembut yang selalu memeluk keluh kesah rakyatnya. Dengan begitu, rakyatmu akan selalu mengetuk pintu langit untuk mendoakan kebaikan untukmu, bukan justru mengutuk semua tingkah lakumu. #illustrator #komik #omnibuslaw

Makanan Malam Hari Kerja yang Sehat

Terkadang, memasak terasa seperti tugas berat di penghujung hari yang sibuk. Sering kali ada godaan untuk sekadar memasukkan makanan siap saji ke dalam oven atau membungkus makanan dari restoran. Tetapi menyiapkan makanan yang sederhana dan sehat untuk keluarga tidak harus sulit atau menyita waktu. Berikut beberapa hidangan cepat saji sehat yang akan Anda dan keluarga Anda sukai. Hidangan ini bahkan bisa dipersiapkan sebelumnya.

Sarapan di Rumah saya

Di hari kerja kita sering keluar dari rumah dengan kopi di satu tangan dan sepotong roti panggang di tangan lainnya, tetapi di akhir pekan, sarapan selalu lebih santai. Persoalannya adalah keterlambatan. Terkadang sampai harus digabung dengan makan siang, dengan banyak selingan bacaan dan obrolan saat menyantap buah-buahan, telur rebus, madu, dan roti panggang. Salah satu hidangan favorit yang ingin kami sajikan ketika teman berkunjung adalah panekuk blueberry soba.

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai